Ketegangan Meningkat di Lebanon, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Serangan Israel

Divya Naila
24 September 2024 12:59 WIB

Sender.co.id - Ribuan warga di Lebanon selatan terpaksa melarikan diri setelah ratusan serangan udara yang tidak terkendali oleh Israel menghantam wilayah tersebut pada Senin (23/9). Al Jazeera melaporkan bahwa banyak orang berusaha menyelamatkan diri dari serangan tersebut, sehingga mengakibatkan kemacetan parah di jalan utama menuju Beirut. Foto-foto dari berbagai media menunjukkan kerumunan orang yang berbondong-bondong pergi, baik menggunakan kendaraan bermotor maupun dengan berjalan kaki.

Kejadian ini menyusul permintaan militer Israel agar penduduk di daerah perbatasan Lebanon-Israel untuk mengungsi, dengan ancaman bahwa mereka akan menyerang gudang senjata milisi Hizbullah. Pada hari yang sama, Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 1.300 lokasi yang terkait dengan senjata Hizbullah, dengan rencana untuk memperluas serangan ke wilayah Lembah Bekaa di sepanjang perbatasan timur Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel pada hari itu mengakibatkan sedikitnya 492 orang tewas dan 1.645 orang terluka. Serangan ini terjadi satu hari setelah Hizbullah menembakkan lebih dari 100 roket ke utara Israel, beberapa di antaranya mendarat dekat Kota Haifa. Serangan oleh Hizbullah ini merupakan balasan terhadap serangan udara Israel di pinggiran Beirut pada 20 September, yang mengakibatkan kematian seorang komandan militer Hizbullah dan belasan anggotanya.

Hizbullah juga mengaitkan serangan ini dengan ledakan ribuan perangkat elektronik di berbagai lokasi di Lebanon yang menewaskan 39 orang dan melukai hampir 3.000 orang. Mereka menuduh bahwa ledakan tersebut merupakan tindakan yang didalangi oleh Israel, meskipun Israel sendiri tidak memberikan konfirmasi atau penyangkalan terkait peristiwa tersebut. (DY)

Komentar