Pertikaian Kartel Narkoba di Meksiko, Ratusan Korban Tewas dan Hilang

Divya Naila
22 September 2024 18:49 WIB

Sender.co.id - Setidaknya 53 orang tewas dan 51 orang lainnya masih dilaporkan hilang akibat bentrokan antara kelompok-kelompok dalam kartel narkoba di wilayah Sinaloa, Meksiko, yang pecah sejak awal September 2024. Menurut laporan Reuters pada Jumat (20/9), kekerasan brutal antar faksi kartel tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Konflik besar ini terjadi antara dua faksi paling berpengaruh dalam kartel narkoba tersebut. Ketegangan bermula setelah salah satu pemimpin, Ismael 'El Mayo' Zambada, ditangkap di Amerika Serikat pada Juli 2024.

Zambada, yang berusia 74 tahun, menuduh bahwa anggota senior dari faksi lain dalam kartel, Los Chapitos, telah menculiknya dan membawanya ke Amerika Serikat tanpa sepengetahuannya.

Sejak baku tembak pertama kali pecah pada 9 September, kehidupan di kota Culiacan terganggu, dengan sekolah-sekolah yang harus ditutup selama beberapa hari dan restoran serta toko yang terpaksa menutup lebih awal.

Gubernur Sinaloa, Ruben Rocha Moya, pada Jumat (20/9), mengumumkan bahwa lebih dari 40 orang telah ditangkap dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, lebih dari lima ribu paket bantuan makanan telah didistribusikan di seluruh wilayah Sinaloa.

Militer Meksiko yang berupaya meredakan konflik tersebut menangkap kepala keamanan Archivaldo Guzman pada Kamis (19/9), yang juga merupakan pemimpin Los Chapitos dan putra dari mantan pemimpin kartel Sinaloa, Joaquin 'El Chapo' Guzman.

Sumber keamanan federal juga melaporkan bahwa Fernando Perez Medina, alias El Piyi, ditangkap di Culiacan.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, pada Kamis (19/9), menyatakan bahwa Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas kekacauan ini karena mereka "menginisiasi operasi tersebut."

Pernyataan Obrador mengacu pada pertemuan sebelumnya antara pejabat AS dan Joaquin Guzman Lopez, pihak yang terlibat dalam penculikan Zambada.

Pejabat AS secara pribadi telah mengonfirmasi bahwa mereka memang melakukan pertemuan dengan Guzman. Namun, Duta Besar AS untuk Meksiko, Ken Salazar, mengungkapkan bulan lalu bahwa pejabat AS terkejut mengetahui Zambada berada di Amerika Serikat. (DY)

Komentar